Sabtu, November 14, 2020

Penting Diingat! Manajemen ASI untuk Sang Buah Hati

Manajemen ASI untuk Sang Buah Hati

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. Setidaknya dalam 72 jam pertama, bayi harus segera mendapat ASI. Untuk itu, seorang ibu perlu sedini mungkin menyiapkan ASI, entah dengan cara memompa atau membuat manajemen ASI seperti jadwal khusus pemberian ASI.

Beberapa kasus dapat terjadi, seperti ibu yang gagal memberikan ASI pada bayi mereka. Tentu dapat membuat ibu menjadi sedih dan stress, karena ia harus memberi susu formula pada bayi mereka. 

Padahal, jika sang ibu mau terus mencoba dan tidak menyerah, mungkin ASI-nya pun akhirnya dapat keluar. Sebenarnya ada solusi yang dapat membuat ASI ibu keluar terus menerus yaitu dengan membuat manajemen ASI, berikut ulasannya.

Manajemen ASI untuk Buah Hati yang Tepat

1. Makan dan Minum yang Dapat Merangsang Keluarnya ASI

Saat seorang ibu merasa ASI yang keluar sedikit, maka ibu harus memperhatikan makanan dan minuman dikonsumsi. Beberapa jenis sayuran dan buah-buahan berikut terbukti dapat memlancarkan ASI. 

Buah dan sayurtersebut adalah daun katuk, bayam, pare, daun pepaya, edamame, semangka, pepaya, wortel, kemangi, jambu air, jagung, daun kelor, kacang hijau, ubi, asparagus, bawang putih, dan masih banyak lagi. Sayuran dan buah-buahan tersebut, sebisa mungkin rutin dikonsumsioleh ibu setiap hari.

Tak hanya itu dalam manajemen ASI, ibu juga harus minum air putih yang banyakagar ASI yang dihasilkan banyak dan deras. Minuman lain yang boleh dikonsumsi selama menyusui adalah susu menyusui, yogurt, susu kedelai, madu ASI, dan lain-lain.

2. Waktu Perah

ASI akan semakin banyak keluar, apabila semakin sering diberikan Secara teori dr. Meta dari Satgas ASI menjelaskan bahwa produksi ASI tergantung pada semakin seringnya ASI tersebut dikeluarkan. 

Setidaknya Anda bisa melakukan pemerahan ASI dengan dua cara yaitu pertama, dengan memerah atau memberikannya sebanyak 3-4 kali sehari atau cara kedua, diperah atau diberikan setiap 2-3 jam sekali setiap hari. Biasanya cara kedua lebih efektif untuk produksi ASI yang lebih banyak. 

Apalagi jika hal itu dilakukan pada malam hari, saat hormon menyusui sedang bekerja. Adapun waktunya bisa dilakukan pada jam-jam berikut. Pertama, pada jam 2 dini hari, kedua, antara jam 4 – 5 atau sebelum dan sesudah subuh. Ketiga, jam 7 pagi setelah ibu sarapan, keempat antara jam 9 – 10. 

Selanjutnya kelima, pada jam12 sampai jam 1 siang atau setelah ibu makan siang,  keenam, jam 3 sore atau waktu ashar. Lalu ketujuh, antara jam 5 dan 6 sore, ke delapan pada jam 8 malam atau setelah ibu selesai sholat isya dan akan pergi tidur. 

Namun, manajemen ASI tersebut sebenarnya fleksibel untuk Anda lakukan.Karena saat Anda merasa ASI penuh, maka Anda bisa memompa atau memberikannya sesegera mungkin. 

3. Jika Harus Memompa ASI

Beberapa alasan terkadang membuat ibu, mau tidak mau harus memerah ASI-nya dan tidak dapat memberikan ASI secara langsung pada sang buah hati adalah ibu  belum terbiasa dalam menggendong bayi, sehingga bayi sulit menemukan posisi nyaman ketika menyusui.

Bayi yangmasih belajar mengisap puting ibu. Bayi yang sakit saat baru dilahirkan sehingga menyebabkan bayi belum bisa menyusu pada ibu secara langsung. Alasan terakhir, ibu yang harus bekerja. Alasan-alasan tersebut membuat ibu, harus memerah ASI-nya dengan alat bantu pompa ASI.  

Namun, sebelum memompa ASI, beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu yaitu pompa ASI untuk memompa.Botol kaca sebagai tempat ASI, lalu tissue untuk mengelap ASI yang menetes saat di pompa. Kemudian  sticker label untuk memberi tanda, tanggal dan jam berapa ASI dipompa. 

Sticker label tersebut harus Anda tempelkan pada botol yang telah diisi ASI, lalu ditempelkan di botol ASI, dengan demikian Anda bisa memberi ASI berdasarkan yang telah dipompa terlebih dahulu.

Demikian manajemen ASI yang bisa Anda lakukan. Bagaimana pun kondisi Anda saat ini, usahakan untuk tidak stress apalagi menyerah, karena itu akan memengaruhi produksi ASI Anda.

0 Comments:

Posting Komentar