Jumat, November 13, 2020

3 Macam Teknik Pumping ASI Sebagai Usaha ASI yang Melimpah

macam teknik pumping ASI


Menyusui bayi secara langsung dari payudara menjadi cara yang banyak dipilih oleh para ibu. Meski terkadang prosesnya tidak mudah, menyusui secara langsung dirasa lebih praktis. Namun, ada beberapa kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk terus menyusui langsung. Oleh karena itu, macam teknik pumping ASI perlu diketahui oleh ibu, demi mendapatkan ASI yang melimpah untuk bayi.

Alasan Pumping ASI

Alasan ibu melakukan pumping bisa saja karena memang kondisi ibu yang tidak dapat selalu dekat dengan bayi. Seperti ibu yang harus bekerja lagi, adanya masalah menyusui, atau dapat juga untuk mencegah pembengkakan pada payudara karena ASI menumpuk. Selain itu, dapat karena kondisi bayi yang sedang dalam perawatan dan tidak diperbolehkan menyusu langsung, seperti bayi lahir prematur.

Kondisi tersebut yang akhirnya membuat ibu harus melakukan pumping demi memenuhi kebutuhan ASI bayi. Terutama untuk enam bulan pertama kehidupan bayi. Dalam melakukan pumping tentu juga tidak mudah. Selain harus memperhatikan waktu pumping yang tepat, juga perlu mengetahui macam teknik pumping ASI yang benar. Hal tersebut berguna untuk mendapatkan ASI yang maksimal untuk bayi.

Cara Pumping ASI yang Baik dan Benar

Mengeluarkan ASI dari payudara tanpa menyusui atau lebih dikenal dengan kegiatan pumping, dapat menjadi pilihan ibu. Cara ini adalah satu-satunya untuk dapat tetap memenuhi kebutuhan ASI bagi bayi meski sedang tidak bersama bayi. Lalu, bagaimana cara pumping ASI yang benar?

1. Menggunakan Pijatan Tangan

Cara memompa ASI dengan pijatan tangan dapat dilakukan dengan menekan lembut pada bagian kelenjar susu di belakang puting. Bukan dengan memencet bagian puting, karena cara tersebut justru akan melukai puting. Dalam macam teknik pumping ASI, sebaiknya untuk kosongkan satu payudara dahulu sebelum berpindah ke payudara yang lain.

2. Menggunakan Alat Pompa ASI

Kini, sudah semakin banyak alat bantu pompa ASI yang mudah dan praktis digunakan. Caranya juga lebih mudah, hanya dengan meletakkan alat isap pada payudara. Kemudian, alat akan memompa payudara untuk mengeluarkan ASI. Alat ini biasanya sudah disertai dengan botol penampung ASI.

Macam Teknik Pumping ASI

Selain dengan dua cara pumping di atas, yang perlu juga diperhatikan adalah macam teknik pumping ASI yang tepat. Demi mendapatkan ASI yang melimpah, teknik pumping harus diterapkan. Seperti apa tekniknya? Berikut 3 teknik pumping yang mampu meningkatkan produksi ASI.

1. Reguler Pumping

Merupakan teknik pumping ASI dengan melakukan pumping payudara setiap 2 jam sekali. Pada setiap sesi, dapat dilakukan selama 15 hingga 20 menit. Teknik ini mampu untuk merangsang payudara dalam memproduksi ASI. Sehingga, ASI untuk bayi tetap dapat terpenuhi meski tidak dengan menyusu langsung.

2. Power Pumping

Power pumping merupakan sebuah teknik memerah ASI dengan mengikuti pola menyusu bayi yang sedang growt spurt. Growt spurt pada bayi merupakan masa terjadinya percepatan pertumbuhan. Biasanya, bayi akan menyusu lebih lama dan lebih banyak.

Jika dibandingkan dengan regular pumping, teknik power pumping ini memakan durasi yang lebih lama. Cara melakukannya dengan tempo waktu 10 menit untuk memerah payudara sebelah kanan, kemudian berpindah pada payudara kiri selama 10 menit. Terus lakukan teknik tersebut secara bergantian payudara kanan dan kiri. Sampai durasi satu jam penuh pumping. Teknik ini mampu meningkatkan produksi ASI.

3. Cluster Pumping

Teknik ini khusus untuk para ibu yang merasakan produksi ASI-nya mulai tidak lancar. Caranya dengan menentukan jadwal selama 65 menit dan dilakukan dua kali dalam sehari. Cara ini ampuh untuk mengembalikan produksi ASI. Teknik pumping ini dilakukan dengan merangsang kembali produksi ASI secara perlahan namun berkala. Sehingga payudara akan menerima sinyal kebutuhan ASI kembali.

Demi mendukung produksi ASI yang melimpah, ibu dapat memilih macam teknik pumping ASI yang paling nyaman dilakukan. Selain itu, penting juga untuk membuat suasana hati dan lingkungan nyaman. Sehingga akan membantu peningkatan hormon laktasi untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Selamat MengASIhi.

0 Comments:

Posting Komentar