Wabah penyakit paling mengerikan sepanjang sejarah

Sepanjang sejarahnya, penyakit tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Keberadaan virus dan bakteri tidak bisa seratus persen dimusnahkan, namun bisa dikendalikan. Ukurannya boleh saja mikroskopis, namun bakteri dan virus terbukti bisa mematikan. Bahkan di tengah kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran masa kini, tetap saja ada kasus orang meninggal karena terserang penyakit yang disebabkan bakteri dan virus.

Faktanya di masa lalu, virus dan bakteri bahkan bisa jadi wabah yang hampir membawa kepunahan bagi umat manusia. Dilansir dari CNN, sudah beberapa kali wabah penyakit mengancam keberlangsungan manusia di bumi karena jumlah korbannya yang sangat besar.

Zaman dulu hingga sekarang, ada penyakit-penyakit yang pernah menyebar luas melintasi negara, memakan korban jutaan umat manusia. Beberapa penyakit bahkan masih sering kita dengar.

Black Death

black death
ilustrasi black death

Istilah black death merupakan sebuah tragedi pandemi pes yang menyerang wilayah Eropa, Afrika dan Asia pada tahun 1346-1353. Pes berasal dari China di tahun 1334 dan menyebar bersamaan jalur perdagangan yang luas ke berbagai negara.

Penyakit ini disebabkan oleh gigitan parasit kutu Bubonic plague yang dikenal sebagai kutu pada tikus. Sebutan “Black Death” merujuk kepada gejala penyakit ini yang berupa kematian sel yang membuat kulit penderita berubah hitam.

Diperkirakan ada 75 sampai 200 juta korban meinggal karena penyakit ini. Kedahsyatan wabah ini lantas diangkat dalam sebuah film di tahun 2010

Flu Spanyol atau H1N1

flu spanyol
ilustrasi flu spanyol

Kemunculan flu Spanyol pertama dideteksi pada tahun 1918 di salah satu kamp militer Amerika pada akhir Perang Dunia I. Dalam beberapa menit, ditemukan lebih dari seratus kasus dan lantas menyebar dengan sangat cepat dari Asia, Eropa, hingga Amerika bagian utara.

Virus ini menyebabkan penderita menjadi berwarna biru dan kesulitan bernafas karena paru-paru yang terisi cairan. Saat itu belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Banyaknya korban karena penyakit ini melebihi korban perang itu sendiri. Tercatat sekitar 100 juta orang meninggal akibat flu spanyol.

Wabah Antonine

wabah antonine
ilustrasi wabah antonine

Ketika pasukan Roma kembali dari Mesopotamia pada tahun 165, mereka tidak pulang dengan tangan hampa. Mereka tidak akan mengira bahwa pasukan mereka tersebut membawa salah satu penyakit paling mematikan sepanjang sejarah manusia. Bersama mereka, ikut pula sebuah penyakit mematikan yang membunuh lebih dari 5 juta orang dalam waktu 10 tahun. Wabah Antonie atau Antonie Plague, yang diperkirakan disebabkan oleh penyakit cacar. 

Wabah Justinian

wabah justisian
ilustrasi wabah justisian

Dianggap sebagai penyakit pandemik paling mematikan pertama yang pernah tercatat dalam sejarah manusia. Wabah Justinian atau Plague of Justinian merupakan penyakit mematikan yang muncul di era kekaisaran Bizantium sekitar tahun 541. Wabah penyakit Justinian juga pernah menyebar ke seluruh daratan Eropa melalui bakteri yang sama seperti wabah Black Death. Nama dari wabah ini berasal dari Kaisar Roma Timur pada saat itu yaitu Justinian I. Ia adalah Kaisar yang berkuasa pada saat pandemik ini terjadi pertama kali, dan walaupun ia juga terkena penyakit ini namun ia berhasil hidup dari wabah mematikan Justinian.

Walaupun tidak diketahui secara pasti berapa jumlah korban yang menderita penyakit ini, namun diperkirakan sebanyak 100 juta orang di seluruh dunia dengan rata-rata 5.000 orang per hari selalu meninggal karena penyakit ini.

Wabah Raksasa Putih

Wabah Raksasa Putih
ilustrasi Wabah Raksasa Putih

The Great White Plague atau singkatnya TBC (Tuberculosis), pada saat itu merupakan sebuah wabah penyakit menular yang melanda wilayah Eropa di abad ke-17. Wabah ini bertahan dalam waktu yang cukup lama sampai dengan 200 tahun bahkan dapat disebut hingga era modern sekarang ini. Ia juga adalah penyebab kematian besar pada tahun 1650.

Lingkungan yang buruk semakin membantu penyebaran penyakit ini dan membuat semakin banyak korban berjatuhan. Pada tahun 1900 saja sudah tercatatkan sekitar 110.000 penduduk America yang meninggal akibat penyakit TBC.

Wabah Athena

wabah athena
ilustrasi wabah athena

Wabah Athena atau Plague of Athens merupakan penyakit epidemik mematikan yang awal mulanya terjadi di Yunani selama perang Peloponnesian pada tahun 430 SM. Para sejarawan tidak bisa memastikan plague macam apa yang terjadi karena merasa ragu dengan penyakit lainnya seperti typhoid, cacar, dan campak. Tapi setidaknya mereka yakin bahwa Plague of Athens ini merupakan bentuk lain dari Bubonic Plague.

Penyakit ini diperkirakan menginfeksi orang sebanyak 75.000 sampai 10.000 orang perharinya dan hampir membunuh 25% dari populasi kota. Penyakit ini menyebar dengan sangat cepat sampai daerah Mesopotamia dimana cuaca saat itu sangat panas dan lembab.

Pandemik Ketiga

Pandemik Ketiga
ilustrasi Pandemik Ketiga

Third Pandemic (Wabah Pandemik Ketiga) atau dikenal juga dengan istilah wabah bubonik ini pernah menjadi momok menakutkan dimulai penyebarannya dari Provinsi Yunnan, Cina. Menggemparkan dunia kesehatan sejak tahun 1959, dan terjadi tak hanya di negara Cina saja tapi juga India.

Dimulai di wilayah Cina pada tahun 1850-an. Penyakit mematikan ini tercatat telah membunuh hingga 12 juta orang hanya di Cina dan India. Pada bulan Maret 1894, Canton, tercatatkan sebanyak lebih dari 60.000 orang meninggal setiap minggunya.  Dikarenakan arus perdagangan dan pertukaran maka pemyakit ini akhirnya menyebar ke beberapa negara besar seperti contohnya adalah Amerika. Berdasarkan data WHO, pandemik ini masih aktif hingga tahun 1959 yang pada tahun itu saja tercatatkan setiap tahunnya minimal ada 200 korban jiwa.

Small Pox atau Cacar

smallpox
ilustrasi smallpox

Cacar pernah beberapa kali mewabah di berbagai negara. Disebabkan oleh virus variola, penyakit ini sangat menular melalui kontak kulit dan cairan tubuh.

Di tahun 430 sebelum Masehi, virus ini pernah memakan korban hingga sekitar 30 ribu orang di kota Athena. Cacar juga pernah menyebar di Massachusetts di tahun 1633. Dan pada tahun 1966 tercatat ada 10 sampai 15 juta kasus cacar di 50 negara.

Pada saat itu diperkirakan 1,5 sampai 2 juta orang meninggal akibat penyakit ini. Namun, sejak ditemukannya vaksin, perlahan penyakit ini mulai mereda. Bahkan sejak berhasilnya program vaksin di seluruh dunia, WHO menyatakan bahwa cacar sudah berhasil dimusnahkan.

Wabah Kolera (India) – 1816

wabah kolera
ilustrasi wabah kolera

Masih disebabkan oleh bakteri Jahat. Kali ini oleh penyakit kolera dimana penularannya melalui air yang sudah terkontaminasi. Dikenal juga sebagai salah satu penyakit mematikan dalam sejarah yang diketahui telah membuat jutaan orang kehilangan nyawanya antara tahun 1816 hingga tahun 1960. Sumber dari penyakit mematikan ini adalah disebabkan karena banyaknya orang yang mekomsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri dengan nama ilmiah Vibrio Cholerae.

Awal mulanya si penderita akan mengalami dehidrasi dan sakit diare parah. Jika dalam hitungan jam tak segera dilarikan ke dokter/rumah sakit penyakit ini sangat membahayakan nyawa kita. Penyakit Kolera ini pertama kali muncul di India yang telah menyebabkan setidaknya 40 juta jiwa telah melayang antara tahun 1817 dan 1860. Penyakit mematikan ini kemudian menyebar sampai wilayah Eropa Barat dan Amerika. Bahkan pada permulaanya saja di pertengahan tahun 1800 diperkirakan bahwa Wabah Kolera telah merenggut nyawa ratusan ribu korban jiwa.

HIV/AIDs

hiv aids
hiv aids

Sejak 1981 hingga 2017, Penyakit HIV/AIDs sudah memakan korban sekitar 39 juta orang. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui berbagai cara seperti hubungan seks tanpa pelindung, pemakaian jarum suntuk secara bergantian, dari ibu ke janin, atau melalui ASI.

Sampai hari ini, HIV/AIDs belum bisa disembuhkan. Yang tersedia saat ini adalah obat yang dapat menghambat perkembangan virusnya.

Itulah tadi beberapa wabah penyakit yang pernah menghilangkan sebagian populasi di bumi ini. Virus dan bakteri akan terus jadi ancaman selama peradaban itu ada. Jadi memang harus tetap waspada, tapi jangan sampai paranoid. Dokter dan ilmuwan selalu berusaha mengembangkan obat serta perawatan, untuk mengatasi atau mengantisipasi penyakit-penyakit yang mengancam. Tapi yang lebih penting agar tidak terjadi lagi kasus penyakit yang merebak, kunci utamanya adalah penecegahan pada diri sendiri. Dan semoga saja kedepannya seluruh penyakit menular di atas bisa ditemukan penyembuhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *