Hati-hati! jamur kulit bewarna merah mungkin itu eksim

Kita pikir itu jamur kulit, tapi kok warnanya merah dan strukturnya tebal. Bisa jadi kita sedang menderita eksim pada kulit kita. Karena ada perbedaan yang mendasar antara penyakit eksim dengan jamur kulit. Secara kasat mata, sebenarnya eksim memiliki sedikit corak yang beraneka ragam pada kulit. Sedangkan untuk penyakit kulit yang disebabkan jamur, coraknya nggak beragam. Tapi kedua penyakit ini memiliki tanda yang hampir sama, yaitu gatal-gatal.

Daerah yang terkena akan terasa sangat kering, menebal atau keropeng. Pada orang kulit putih, daerah ini pada mulanya akan berwarna merah muda lalu berubah menjadi cokelat. Sementara itu pada orang dengan kulit lebih gelap, eksim akan mempengaruhi pigmen kulit sehingga daerah eksim akan tampak lebih terang atau lebih gelap.

“Penyakit ini memang dapat kambuh namun bukan berarti nggak bisa disembuhkan. Pengobatan yang udah benar dan membuat eksim hilang boleh dilanjutkan dengan perlindungan di daerah itu. Misalnya dengan pengolesan salep atau lotion setiap malam. Ini supaya kulit menjadi terlindung dan nggak mudah kambuh,” kata Dr. Eddy Karta, SpKK, RS Cipto Mangunkusumo

Apa itu Eksim?

Dalam bahasa ilmiah, eksim disebut sebagai dermatitis. Merupakan istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang seperti meradang dan iritasi. Gawatnya, penyakit ini bisa dengan mudah menyerang kulit kita. Apalagi, peradangan bisa muncul di mana aja di sekitar bagian tubuh. Tapi kalau radang yang disertai iritasi kayak gini umumnya bakal lebih menyerang bagian tangan dan kaki. Eksim jenis dermatitis atopik adalah yang paling banyak ditemui terjadi pada orang Indonesia. Biasanya penyakit ini ditandai dengan bentuk kemerahan, hingga bentuk yang berat disertai bengkak dan bernanah.

Penyebab Eksim

penyebab eksim
ilustrasi penyebab eksim

Penyebab dari eksim sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli mencurigai eksim berhubungan dengan aktifitas daya pertahanan tubuh (imun) yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya pada kulit. Oleh karena itu, eksim banyak ditemukan pada keluarga dengan riwayat penyakit alergi atau asma.

Penyakit eksim ternyata bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Menurut para ahli, eksim juga berhubungan dengan aktivitas daya tahan tubuh yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh melakukan reaksi yang berlebihan terhadap iritan atau bakteri yang sebenarnya nggak berbahaya bagi kulit. Sedangkan jenis eksim atopik sering disertai kondisi medis lain seperti hay fever atau sensitif terhadap serbuk sari. Bisa juga karena kita memiliki riwayat menderita asma.

Gejala

gejala eksim
ilustrasi gejala eksim

Gejala utama yang perlu kita sadari adalah adanya rasa gatal yang nggak tertahankan di bagian yang terkena eksim. Gejala ini kemudian disertai dengan kulit bersisik, peradangan, dan bersifat kambuhkambuhan, terutama pada bagian rasa gatal. Kadang walaupun belum ada tanda-tanda merah di kulit, tapi rasa gatalnya udah duluan muncul. Lalu lama-kelamaan kulit itu memerah, menebal, kering dan menjadi korang. Bagi pemilik kulit putih, biasanya eksim bewarna merah muda lalu menjadi coklat. Sedangkan pada kulit gelap, warnanya bisa jadi lebih terang atau lebih gelap.

Gaya hidup ikut berperan penting  dalam menyuburkan jamur Eksim pada kulit. Faktor luar yang menjadi pemicu utama berjangkitnya penyakit kulit seperti eksim ini adalah alam tropis Indonesia yang sangat panas dan lembab. Ini menyuburkan semua penyakit kulit, karena badan kita lebih sering mengeluarkan keringat. Kegemukan, stres, penyakit menahun seperti TBC atau Diabetes Mellitus, dan status sosial ekonomi yang rendah juga dapat menjadi pemicu datangnya penyakit eksim.

Pencegahan

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh para penderita penyakit eksim adalah:

  • Jangan terlalu sering mandi (karena kalau terlalu sering basah maka akan susah keringnya) atau bila perlu di lap saja.
  • Bila akan mandi gunakan air hangat-hangat kuku (jangan terlalu panas).
  • Hindari pengunaan sabun pada daerah yang terserang eksim karena bila daerang yang terserang eksim terkena sabun maka akan teriritasi.
  • Hindari kontak dengan kain atau selimut yang terbuat dengan wol, pakailah pakaian yang bersih, tidak ketat dan meyerap keringat.
  • Bila eksimnya dikarenakan alergi terhadap makanan tertentu, maka hindari makanan tersebut.
  • Jangan menggunakan sabun atau deterjen yang keras.
  • Hindari penggunaan zat-zat kimia seperti kosmetik dan obat-obatan yang terlalu keras terhadap kulit.
  • Jaga keseimbangan berat badan, orang yang mempunyai berat badan lebih, apalagi sangat gemuk lebih banyak berkeringat dan mempunyai gesekan pada lipatan kulit yang memicu jamur kulit. Dan yang paling penting jangan menggaruk. Menggaruk eksim hanya akan memperburuk keadaan, karena kulit akan terinfeksi oleh bakteri-bakteri yang ada di dalam kuku, dan bila lukanya sudah mengering maka warna kulit akan tampak berbeda. Sebaiknya guntinglah kuku pada orang yang mempunyai penyakit eksim agar luka tidak terinfeksi oleh kuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *