Beda anemia dengan tekanan darah rendah

      No Comments on Beda anemia dengan tekanan darah rendah

Anemia dan tekanan darah rendah adalah kondisi kesehatan tubuh yang sering disamakan, bahkan keduanya dianggap hanyalah persamaan kata dari satu sama lain. Padahal meski gejalanya mirip, kedua kondisi ini jelas jauh berbeda.

Selain dikatakan sebagai sinonim, kesalahpahaman lain yang dianut banyak orang terkait anemia dan penyakit darah rendah alias hipotensi itu adalah ketika seseorang diketahui menderita hipotensi, sudah pasti ia juga menderita anemia. Padahal keduanya juga tak melulu berkaitan.

Singkatnya, “Kalau darah rendah itu tekanan darahnya yang rendah atau lemah, ini diukurnya dengan menggunakan tensi meter. Sedangkan anemia adalah butir darah merahnya yang berkurang, ini diukurnya pakai Hb meter,” terang Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, Sp JP, FIHA dari Rumah Sakit Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita

Anemia adalah kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang memadai ke setiap organ dan jaringan tubuhnya. Dimana pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl dan pada pria 13,5-18 gr/dl. Gejalanya bervariasi, mulai dari kelelahan, muka pucat, jantung berdetak cepat tapi tak beraturan, sesak napas, nyeri dada, pening, gangguan kognitif, hingga tangan terasa dingin, begitu pula dengan kaki serta sakit kepala.

anemia & hipotensi
anemia & hipotensi

Sedangkan hipotensi menunjukkan kondisi dimana tekanan darah kamu lebih rendah dari tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg. Menurut pakar, tekanan darah rendah baru dapat terjadi jika tekanan sistoliknya kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastoliknya di bawah 60 mmHg. Gejalanya antara lain pening hingga terasa ingin pingsan, kurangnya konsentrasi, pandangan kabur, mual, demam, kulit pucat, sesak napas, kelelahan, depresi dan mendadak haus. Dilihat dari gejalanya, dapat dikatakan keduanya hampir mirip karena sama-sama menyerang darah. Hanya saja tampaknya tekanan darah rendah memperlihatkan gejala yang lebih parah daripada anemia.

Menurut penjelasan dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD(K), Penyebab anemia bermacam-macam, bisa karena produksi yang rendah, karena perdarahan, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat.

Cara membedakan anemia dengan tekanan darah rendah

Lalu bagaimana cara sederhana untuk membedakan anemia dengan tekanan darah rendah? “Gejala tekanan darah itu tidak ada baik tinggi maupun rendah, kalau dilihat secara biasa mungkin tidak bisa kalau tekanan darah ya ukur tensi, kalau anemia periksa Hb tetapi kalau anemia yang paling bisa kelihatan adalah bagian bawah mata pucat,” jelas Dr. Santoso Karo Karo SpJP MPH (K), mantan Ketua Yayasan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Kendati secara umum anemia dan tekanan darah rendah tak berkaitan, pada kasus tertentu hipotensi juga dapat menyebabkan anemia. Misalnya pada penderita malnutrisi atau kekurangan vitamin B12 dan asam folat yang dapat memicu anemia. Hal ini karena dengan adanya anemia, tubuh tak dapat memproduksi sel-sel darah merah yang memadai yang dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah atau menurun.

Pengidap sama-sama merasakan lemah, pusing dan seperti melayang. Terkadang penyebabnya bisa sama. Pengidap anemia  karena perdarahan bisa juga mengalami hipotensi. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kehilangan cairan atau darah misalnya muntah-muntah hebat atau diare, perdarahan baik melalui saluran cerna atas maupun saluran bawah yang terjadi tiba-tiba, perdarahan melalui alat kelamin wanita, infeksi berat atau gangguan pada jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *